Kamis, 21 Juli 2011

Makalah Metode Penelitian I " WIRAUSAHA WARNET "


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya setiap masyarakat menginginkan perubahan dari keadaan tertentu ke arah yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan yang lebih maju dan makmur. Transformasi total kehidupan dari keadaan tradisional kearah modernisasi telah terjadi di waktu sekarang ini, baik meliputi; organisasi sosial, ekonomi, politik, industri, terutama teknologi informasi. Baiklah saya tidak akan sempat menjelaskan satu persatu karena akan keluar dari konteks/tema makalah ini, saya lebih menggaris bawahi teknologi informasi. Sekarang masyarakat sudah terbiasa dengan istilah Internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Semua informasi apapun bisa dicari lewat internet baik yang positif maupun yang negatif.
Perkembangan pertumbuhan pengguna internet di Indonesia saat ini memang cukup pesat. Dibalik semua perkembangan teknologi tersebut, sebenarnya layanan publik yang dari awal setia menjadi gerbang masyarakat terhubung ke duniamaya (cyberworld) sepertinya masih banyak peminatnya. Di Indonesia sendiri selain memiliki Warung Kopi (Warkop), juga memiliki jasa layanan internet yang terkenal dengan sebutan Warnet atau (Warung Internet). Dari pelajar sampai masyarakat umum banyak yang menggunakan jasa warnet untuk dapat mengakses informasi lewat internet, dari sekedar buka-buka gambar dari google, download, upload, email, jejaring sosial, sampai ke bisnis. Bagi mereka yang belum memiliki komputer alternative mereka adalah ke warnet untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan.

  1. Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui penghasilan dari usaha warnet khususnya usaha warnet di sekitar Universitas Muria Kudus, Kudus. Menurun tidakkah pendapatan usaha tersebut karena menjalankan usaha, disekitar kampus yang memiliki fasilitas hotspot atau WiFi dan banyaknya usaha sejenis, dan terutama semakin umum pengguna laptop/komputer pribadi dikalangan Mahasiswa yang sedikit-banyak adalah pengguna jasa mereka.
Karena hal diatas lah kami sebagai peneliti melakukan penelitian ini, dengan cara observasi dan menyebarkan angket ke warnet-warnet di sekitar Universitas Muria Kudus, Kudus.
  1. Manfaat
Manfaat penyusunan makalah ini bagi peneliti adalah sebagai pengganti UTS dan UAS matakuliah Metode Penelitian I yang diampu oleh Bapak. M. Widjanarko, M.Si. selain itu juga sebagai nilai tambah dalam hal ini bagi peneliti adalah bertambahnya pengalaman baru pengamalan teori-teori yang sebelumnya dijelaskan oleh dosen pengampu matakuliah tersebut.
Dengan penelitian ini, kita akan tahu berapa penghasilan rata-rata dari usaha warnet setiap harinya, dan apa saja kendala dalam usaha ini. Bagi peminat usaha ini atau bagi yang menjalankan usaha ini diharapkan penyusunan penelitian ini bisa menjadi referensi atau tolak ukur dalam usaha warnet tersebut.
Dan semoga dengan adanya penulisan penelitian ini diharapkan adanya penelitian berkelanjutan, karena sebagai peneliti kami tahu usaha warnet yang berbasis jasa internet itu akan selalu dibutuhkan masyarakat seiring semakin hausnya masyarakat akan informasi dan berkembangnya bangsa ini.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
  1. Teori Masalah yang Diteliti
Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Ciri ilmiah adalah: rasional, empiris, dan sistematis.
Sedangkan syarat data untuk penelitian, adalah sebagai berikut:
  1. Valid (derajat ketepatan)
Data valid diperoleh dengan cara;
-          menggunakan instrumen penelitian yang valid.
-          mengunakan sumber data yang tepat dan cukup jumlahnya.
-          menggunakan metode pengumpulan data yang tepat/benar.
  1. Reliabel (derajat konsistensi/keajegan)
Data reliabel diperoleh dengan cara;
-          menggunakan instrumen penelitian yang reliabel.
  1. Objektif (interpersonal agreement)
Data objektif diperoleh dengan cara;
-          menggunakan sampel atau sumber data yang besar    (jumlahnya mendekati populasi).
Manusia dari kodratnya dibekali dengan hasrat ingin tahu. Dengan adanya hasrat ingin tahu, selalu timbul berbagai macam pertanyaan. Oleh karena itu manusia selalu berusaha mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Disamping itu dengan menggunakan akal budinya manusia mengembangkan pengetahuan yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.

Dewasa ini, komunikasi antara dua individu atau lebih sering dilakukan melalui perangkat teknologi komunikasi, baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), sebagai media penyampain pesan atau informasi dari pengirim (sender) kepada penerima pesan (receiver). Adalah komputer, PDA dan perangkat mobile yang menjadi media komunikasi dan media informasi sekarang ini. Warnet sebagai usaha yang memberikan jasa rental komputer untuk mengakses internet.
Secara harfiah, Internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Tokoh-tokoh Internet:    Timothy Berners Lee pencipta WWW (World Wide Web)
                                        Roy Tomlinson pencipta @ (at) pada alamat surat e-mail
  1. Dinamika Psikologis Tentang Masalah yang Diteliti























Rounded Rectangle: DAMPAK PSIKOLOGIS
 








Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrem.
Perkembangan Internet juga telah memengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.
Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government seperti di kabupaten Sragen yang mana ternyata berhasil memberikan peningkatan pemasukan daerah dengan memanfaatkan Internet untuk transparansi pengelolaan dana masyarakat dan pemangkasan jalur birokrasi, sehingga warga di daerah terebut sangat di untungkan demikian para pegawai negeri sipil dapat pula di tingkatkan kesejahterannya karena pemasukan daerah meningkat tajam.
Terdapat kebimbangan masyarakat tentang Internet yang berpuncak pada beberapa bahan kontroversi di dalamnya. Pelanggaran hak cipta, pornografi, pencurian identitas, dan pernyataan kebencian (hate speech), adalah biasa dan sulit dijaga. Hingga tahun 2007, Indonesia masih belum memiliki Cyberlaw, padahal draft akademis RUU Cyberlaw sudah dibahas sejak tahun 2000 oleh Ditjen Postel dan Deperindag. UU yang masih ada kaitannya dengan teknologi informasi dan telekomunikasi adalah UU Telekomunikasi tahun 1999.
Internet juga disalahkan oleh sebagian orang karena dianggap menjadi sebab kematian. Brandon Vedas meninggal dunia akibat pemakaian narkotik yang melampaui batas dengan semangat dari teman-teman chatting IRCnya. Shawn Woolley bunuh diri karena ketagihan dengan permainan online, Everquest. Brandes ditikam bunuh, dan dimakan oleh Armin Meiwes setelah menjawab iklan dalam Internet.

Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC sudah cukup tinggi dengan didukungnya Internet murah dan netbook murah, hanya saja di Indonesia operator kurang fair dalam menentukan harga dan bahkan ada salah satu operator yang sengaja membuat "perangkap jebakan" agar pengguna Internet tersebut membayar lebih mahal. Lainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet Access seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses Internet adalah di kampus dan di kantor.
Sama seperti halnya sebuah komunitas, Internet juga mempunyai tata tertib tertentu, yang dikenal dengan nama Nettiquette atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah netiket. Untuk di Indonesia selain tata tertib sosial di Internet juga diberlakukan peraturan (UU ITE).














BAB III
METODE PENELITIAN
  1. Populasi
Secara singkat, populasi dapat dikatakan sebagai:
  1. Sekumpulan unsur atau elemen yang menjadi objek penelitian dan elemen populasi itu merupakan satuan analisis.
  2. Sekelompok objek, baik manusia, gejala, nilai tes, benda atau peristiwa.
  3. Semua individu untuk siapa kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari sampel itu hendak digeneralisasikan (Soetrisno Hadi, 1983).
  4. Jumlah keseluruhan unit analisis yang ciri-cirinya akan diduga.
Populasi dalam penelitian ini adalah;
-          Warnet yang ada di kota Kudus.
  1. Sampel
Ada beberapa pengertian sampel, yaitu:
  1. Sampel secara sederhana diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya dalam suatu penelitian. Artinya sampel adalah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi (Nawawi, 1983).
  2. Sampel adalah sebagian individu yang diselidiki (Soetrisno Hadi, 1983).
  3. Sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak diselidiki.
Sampel dalam penelitian ini adalah:
-          Warnet di sekitar Universitas Muria Kudus, Kudus.

  1. Teknik Pengambilan Sampel
Sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan suber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif atau benar-benar mewakili populasi (Nawawi, 1983: 152).
Kami menentukan sampel secara acak sistematis (systematic random sampling). Penentuan sampel ini merupakan suatu teknik penentuan sampel yang unsur atau anggota pertamanya saja dipilih secara acak. Anggota selanjutnya dipilih secara sistematis menurut pola tertentu.
Populasi mempunyai pola beraturan seperti blok-blok dalam suatu kotak, atau rumah pada suatu jalan, maka blok-blok atau rumah tersebut dapat diberi nomor urut (Singarimbun, ed., 1983 : 114 – 115).
Berdasarkan dari pendapat Singarimbun diatas kami sebagai peneliti menganggap teknik pengambilan sampel secara acak sistematis (systematic random sampling) adalah yang paling tepat dalam penelitian yang kami lakukan.
  1. Teknik Pengumpulan Data
  1. Observasi
Observasi merupakan metode yang pertama kali digunakan dalam penelitian ilmiah, dimana penelitian dapat secara langsung mengetahui sasaran yang akan diteliti. Dalam hal ini penulis menentukan elemen-elemen utama yang menjadi sasaran dari pengamatan.
Kami sebagai penulis memakai observasi tak tersturktur, yaitu tidak mempersiapkan panduan secara baku tetapi akan mengembangkan fokus observasi pada waktu kegiatan penelitian berlangsung.



  1. Wawancara
Wawancara merupakan cara utama untuk mengumpulkan data atau informasi dalam penelitian kualitatif, dimana peneliti ingin mendapatkannya secara lisan dari responden.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan media angket untuk mempermudah dalam penelitian dengan pertanyaan dan jawaban alternatif yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
  1. Angket
Nama Warnet              :
Nama Operator           :
Lokasi                         :
ANGKET WIRAUSAHA WARNET
  • Isilah pertanyaan di bawah ini dengan benar dan jujur
  • Berilah tanda {x} untuk mengisi pertanyaan.
  • Isi angket akan dirahasiakan, untuk itu kami berharap Saudara/i mengisi pertanyaan sesuai dengan diri Saudara/i.
1. Setiap harinya berapa jam warnet anda buka?
a.         24 jam
b.         12 jam
c.         ……..

2. Berapakah jumlah kamar/ruang komputer bagi klien, di warnet anda?
a.         5 – 8
b.         9 – 12
c.         13 - 16
d.         ……..
3. Berapa tarif yang anda kenakan untuk jasa warnet anda per/jamnya?
a.         Rp. 2.000
b.         Rp. 2.500
c.         Rp. 3.000
d.         ……..
4. Berapa penghasilan rata-rata di warnet anda setiap harinya?
a.         Rp. 200.000 – Rp. 400.000
b.         Rp. 500.000 – Rp. 7.00.000
c.         Rp. 800.000 – Rp. 1.000.000
d.         ……..
5. Berapa gaji anda sebagai karyawan setiap bulannya?
a.         Rp. 250.000 – Rp. 450.000
b.         Rp. 500.000 – Rp. 700.000
c.         Rp. 750.000 – Rp. 1.000.000
d.         ……..

6. Kebanyakan klien anda siapa?
a.         Anak sekolah / Mahasiswa
b.         Pekerja
c.         Umum
d.         ……..
7. Biasanya, berapa lama/ jam klien menggunakan jasa warnet anda?
a.         1 jam
b.         2 jam
c.         3 jam
d.         ........
8. Bagi para pengunjung/klien anda, situs/alamat apa yang paling sering mereka kunjungi?
a.         Facebook
b.         Situs pendidikan
c.         Situs porno
d.         ……..
9. Diluar jam sekolah, banyak tidak anak sekolah yang berkunjung ke warnet anda?
a.         Banyak
b.         Sedikit
c.         Tidak ada
d.         ……..




10. Seiring banyaknya area hostpot/wifi, berdampak berkurangnya klien warnet anda tidak?
a.         Ya
b.         Tidak
c.         ……..
11. Apa suka dukanya menjadi operator warnet bagi anda pribadi? Jawab beserta alasan anda!
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
  1. Hasil Penelitian
Karena usaha warnet disekitar Universitas Muria Kudus hanya berjumlah 5 (lima), maka kami sebagai peneliti hanya menyebarkan lima saja sebagai populasi penelitian. Dari hasil angket yang telah kami sebarkan, sebagai berikut:
  1. Dari lima warnet, tiga diantaranya mengemukakan bahwa, banyaknya area Wi-Fi dan semakin bertambahnya pengguna laptop/komputer pribadi, tidak mengurangi omset pendapatan  usaha mereka.
  2. Rata-rata penghasilan usaha warnet setiap harinya adalah Rp. 200.000 – Rp. 500.000.
  3. Klien/pengguna jasa mereka kebanyakan adalah pelajar.
  4. Kebanyakan para klien mereka, menggunakan internet untuk membuka situs jejaring sosial dalam hal ini Facebook (4 dari 5 warnet menjawab seperti itu).
  5. Salah satu karyawan warnet (Andry K. Black Warnet) mengungkapkan penghasilan mereka menurun pada waktu mahasiswa Universitas Muria Kudus sedang libur.
  1. Pembahasan
Usaha warnet adalah salah satu pilihan bisnis yang masih menjanjikan saat ini. Internet sudah menjadi satu kebutuhan yang tidak bisa dipungkiri lagi terutama bagi pelajar dan usahawan. Di era modern seperti sekarang ini internet sebagai pilihan terbaik untuk menunjang semua kebutuhan seperti; bisnis, pekerjaan, dan bahkan hobby. Maka dari itu, bisnis jasa penyedia koneksi internet ialah warnet akan tetap dibutuhkan di masa-masa mendatang.

Sebelumnya kami kira dengan adanya area hostpot/ Wi-Fi, modem murah, netbook murah dan ketatnya persaingan usaha yang sama, akan menghambat usaha warnet ternyata pendapat kami tidak sepenuhnya benar. Ternyata, dari hasil lima angket yang kami sebarkan di warnet-warnet sekitar area Universitas Muria Kudus, Kudus sebagai populasi penelitian kami; tiga diantara lima warnet mengungkapkan bahwa pengunjung warnet (pendapatan) mereka tidak berkurang.
Dan pengaruh menurunnya pendapatan mereka hanya pada saat Mahasiswa Universitas Kudus, Kudus sedang libur. Untuk penghasilan rata-rata warnet setiap harinya adalah antara Rp. 200.000 – Rp. 500.000. Cukup menjanjikan untuk usaha dibidang jasa yang cukup banyak memiliki saingan.


BAB V
SIMPULAN DAN SARAN

  1. Simpulan
Di Indonesia, seperti negara berkembang dimana akses Internet dan penetrasi PC sudah cukup tinggi dengan didukungnya Internet murah dan netbook murah. Lainnya sekitar 42% dari akses Internet melalui fasilitas Public Internet Access seperti warnet , cybercafe, hotspot dll. Tempat umum lainnya yang sering dipakai untuk akses Internet adalah di kampus dan di kantor.
Usaha warnet adalah salah satu pilihan bisnis yang masih menjanjikan saat ini. Internet sudah menjadi satu kebutuhan yang tidak bisa dipungkiri lagi terutama bagi pelajar dan usahawan, yang selalu membutuhkan informasi-informasi yang mereka butuhkan dengan instan tanpa harus ke perpustakaan (sebagai referensi) atau bertemu secara langsung dengan relasi mereka.
Meski usaha dibidang jasa warnet memiliki banyak kendala dan saingan yang cukup banyak, ternyata usaha ini masih cukup menjajikan sekarang ini. Kendala usaha warnet seperti; hostpot/ Wi-Fi, netbook murah, cybercafé, global internet, semakin banyaknya pengguna laptop/computer pribadi dan banyaknya usaha serupa. Kendala-kendala tersebut tidak menpengaruhi berjalannya usaha ini secara signifikan.
Secara psikologis bagi karyawan/operator warnet adalah timbulnya rasa jenuh dan bosan karena berdiam diri disatu tempat saja setiap harinya.
Kami bisa berkata seperti itu, setelah mendapatkan data dari hasil penelitian kami.





  1. Saran
Dalam mengoptimalkan pelayanan terhadap konsumen, pengelola warnet harus mempertimbangkan segi menagemen keuangan. Karena dengan menambah fasilitas itu berarti pengelola harus menginvestasikan keuangannya. Ini agar menjadi pertimbangan, apakah menambah fasilitas berarti signifikan dapat menaikkan penghasilan Warnet.
1.      Penambahan fasilitas warnet, seperti; printer, scanner, cetak foto, mini kantin, ruangan ber-AC dan ruangan khusus perokok.
2.      Penggunaan software yang membantu bagi kinerja komputer.
  1. Cepatnya akses dan download seperti memasang IDM sebagai software download dan hindari browser yang berat seperti firefox yang meresource memory komputer cukup banyak yang akhirnya memperlambat kinerja komputer.
  2. Antivirus harus selalu di update, karena biasanya klien males bila menjumpai komputer yang banyak virusnya, bila perlu gunakan software deepfreeze untuk menghindari penyalahgunaan komputer dari si klien terutama cracker dan hacker.
  3. Gunakan software billing yang baik, karena hanya dengan billinglah komputer server dapat memantau komputer-komputer di warnet.
3.      Perawatan/service komputer harus rutin, agar komputer tetap enak digunakan.
4.      Adanya paket internet murah bagi pelanggan/klien.
5.      Bila perlu adakan kupon dengan doorprise menarik bagi pelanggan, untuk menarik pelanggan baru.
Saran-saran diatas akan membantu kemajuan warnet, karena menurut pengamatan saya klien menyukai warnet yang memiliki fasilitas yang lengkap, tempat yang nyaman, akses internet dan download yang cepat, meskipun sedikit membayar biaya lebih mahal.